וַתֹּ֕אמֶר הֲשָׁאַ֥לְתִּי בֵ֖ן מֵאֵ֣ת אֲדֹנִ֑י הֲלֹ֣א אָמַ֔רְתִּי לֹ֥א תַשְׁלֶ֖ה אֹתִֽי׃
Kata perempuan itu: “Pernahkah aku meminta seorang anak laki-laki dari tuanku? Bukankah sudah kukatakan: ‘Janganlah memberiku harapan palsu’?”
Saat ini belum ada tafsiran untuk ayat ini. Silakan coba lagi nanti.